Minggu, 21 April 2019

QUIZ

Quiz

1. Jaringan komputer adalah hubungan dua buah device ataupun lebih yang digunakan untuk berkomunikasi diantara device tersebut.


2. Perbedaan Kabel UTP & Coaxial

- Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) terdiri atas empat pasang dawai medium. UTP digunakan sebagai media networking dengan impedansi 100ohm. UTP memiliki external 0.43 cm, hal ini memudahkan dalam hal instalasi.

- Kabel Coaxial atau lebih populer dikenal deangan (coax) terdiri atas konduktor silindris melingkar, yang mengelilingi sebuah kabel tembaga inti yang konduktif. 


3. Hitung Network dan Host dari IP Address 172.168.11.5/23

IP Address = 172.168.11.5

                   = 11111111.11111111.11111110.00000000

Network = 2^                Host = 2^h-2

                = 2^7                       = 2^9-2

                = 128 network       = 510 host


4. Urutan Kabel Straight

ujung a = putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, coklat.

ujung b = putih orange, orange, putih hijau, biru, putih biru, hijau, putih coklat, coklat.



5. Hub adalah sebuah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan peralatan-peralatan dengan ethernet 10BaseT atau serat optik sehingga menjadikannya dalam satu segmen jaringan.

Kelebihan : 

1. Bekerja secara half-duplex, mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut 
Jika penghubungnya memakai Hub, maka data yang dikirim dari Komputer1 akan dikirim ke semua komputer (Komputer2, Komputer3, Komputer4, dan Komputer5), dan nanti masing-masing komputer akan mengecek data itu dikirimkan kepada siapa, karena dikirim kepada Komputer5, maka yang lain hanya mengabaikannya. 

Kekurangan :

1. Membutuhkan kabel tersendiri untuk berjalan. 
2. HUB hanya memiliki satu collision control untuk semua port yang memungkinkan dapat terjadinya bentrok/tabrakan data karena transmisi data hanya dikontrol oleh satu collision. 
3. Hanya dapat menggunakan kabel straight, jadi bila ingin menggunakan kabel cross yang sudah ada harus diubah menjadi kabel straight terlebih dahulu. 
4. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memeriksa suatu paket. 

6. Core layer adalah tulang punggung (backbone) dari jaringan. Lapisan ini biasanya di gunakan untuk menghubungkan jaringan ke internet. Core layer bertanggung jawab atas lalu lintas dalam jaringan. Dalam lapisan ini data – data diteruskan secepatnya dengan menggunakan motode dan protokol jaringan tercepat (high speed).



7. 1. Kelebihan Topologi Ring 
- Mudah dalam hal perancangan dan pengimplementasiannya 
-  Biaya installasi topologi ring cenderung lebih murah 
Dibandingkan topologi lainnya misalnya topologi bus, topologi ring memiliki peforma koneksi yang lebih baik meskipun dengan aliran data yang berat sekalipun. 
- Topologi ring juga dinilai lebih hemat kabel. 
- Mudah jika ingin dilakukan instalasi ulang atau konfigurasi ulang dalam perangkat. 
- Memudahkan saat ingin melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan pada jaringan dengan adanya konfigurasi point to point. 
- Menghindari tabrakan data pada saat proses pengiriman (collision) karena hanya satu node yang dapat dikirimkan dalam satu waktu. 

    2. Kekurangan Topologi Ring 
- Jika terjadi kesalahan dalam satu node atau titik bisa mengakibatkan kesalahan dalam seluruh jaringan. Biasanya perusahaan yang menerapkan topologi ini menggunakan cincin ganda atau double ring untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. 
- Jika ingin mengembangkan jaringan, maka proses terkesan kaku. Ini karena pemindahan, penambahan dan pengubahan perangkat akan mempengaruhi semua jaringan. 
- Kinerja komunikasi dalam jaringan topologi ring sangat bergantung dengan jumlah titik atau node yang terdapat dalam jaringan. Semakin banyak titik tentu akan semakin lama proses pengiriman datanya. 
Memiliki konfigurasi yang lebih sulit dibandingkan topologi star serta memerlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles. 


8. Peer to Peer pada Windows 7

1. Hidupkan kedua laptop tersebut. 
2. Sambungkan kabel LAN yang telah dibuat dengan sistem crossover tadi pada masing-masing Laptop. 
3.Kl kanan icon network pada taskbar kemudian pilih “Open Network and Sharing Center”. 
4. jendela berikutnya, klik “Change adapter setting”


Network Adapter Setting 

5. Klik kanan pada Local Area Connection kemudian pilih “Properties”




Setting Proprties 

6. jendela properties pilih Internet Protocol 4 (TCP/IPv4) kemudian klik Properties untuk mengatur IP Address. IP Address tidak boleh sama supaya tidak terjadi “IP Conflict”. IP Address untuk komputer-1 adalah 192.168.1.5 dan IP Address untuk komputer-2 adalah 192.168.1.6. Untuk Subnet Mask keduanya diisi dengan 255.255.255.0. Langkah ke-4 sampai ke-7 dilakukan di masing-masing komputer (Laptop).



Pengaturan IP di Komputer 1 


Pengaturan IP di Komputer 2 

7. Agar kedua komputer dapat terhubung, maka keduanya harus berada dalam satu network group dalam hal ini “WORKGROUP”, nama grup ini dapat diganti. Langkah-langkahnya sebagai berikut:


Pengaturan Workgroup 


8.Mas ke “System and Security” pada Control Panel kemudian pilih “System”


Pengaturan sistem dan keamanan 



Pengaturan Firewall 

9. Langkah selanjutnya masuk ke halaman “Remote setting”


Pengaturan Remote Sharing 

10. Klik “Change” untuk mengatur nama komputer dan menyamakan Network Group dengan nama “WORKGROUP”.


Pengaturan Workgroup 

11. nama komputer (optional) dan beri nama Workgroup, tekan tombol “OK” kemudian restart kedua komputer tersebut.

Penamaan Workgroup 

12. Setelah di-restart, masuk lagi ke Control Panel untuk mengatur “Advance Sharing”.


Advance Sharing Settings 

13. Agar kedua komputer dapat saling mendeteksi dan dapat mengakses file atau folder tertentu, atur opsi sharing seperti gambar di bawah.




9. Standarisasi Kabel UTP

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang sering digunakan untuk jaringan komputer adalah kabel UTP categori 5 (UTP Cat 5) yang secara praktis dapat mendukung transfer data sampai 100 Mbps. UTP Cat 5 terdiri dari 4 pasang kabel berwarna atau 8 kabel tunggal. Warna-warna kabel tersebut adalah sbb:

Pasangan 1: Putih-Biru dan Biru

Pasangan 2: Putih-orange dan Orange

Pasangan 3: Putih-Hijau dan Hijau

Pasangan 4: Putih-Coklat dan Coklat



10. Konversi Bilangan Binary ke Desimal

Senin, 15 April 2019

Tugas pertemuan 6- Tugas kelompok

D. LANGKAH KERJA

Mengubah IP address
1. Pilih open netwok and sharinng center.



2. Pilih change adapter setting.



3. Pilih pada local area connection.




4. Pada jendela local area connection status, pilih properties


.
5. Pada networking, pilih internet protocol version 4(TCP/Ipv4)




6. Masukkan IP address 192.168.10.1 - 192.168.10.5 di setiap PC, kemudian OK.


           
                                   

Melakukan koneksi dengan PC lainnya
1. Koneksi ke PC dengan IP address 192.168.10.1 - 192.168.10.5 di setiap PC

2. Tes koneksi dengan PC IP address 192.168.10.1 - 192.168.10.5




3. Buka windows eksplorer -> network -> lihat semua PC telah terkoneksi.




Melakukan sharing folder.
1. Pilih folder yang akan di share, klik kanan, share with, specifict people



2. Add everyone kemudian share.



3. Tunggu hingga proses sharing selesai.

4. Tampilan berikut menadakan folder telah tershare -> done.



5. Buka window eksplorer dan lihat folder yang telah di share



Apabila 1 Kabel Di cabut Koneksi Ttp berjalan Kecuali PC yang tercabut itu , Seperti ini :




Minggu, 07 April 2019

Tugas pertemuan 4

Tugas Kelompok instalasi kabel straight & cross

Nama       : Jihan Namira Adzani Ramadina
Kelas       : 12.4B.07
Nim          : 12173711
link video : https://youtu.be/1sQOzmJN0zw
 

Tugas mandiri pertemuan 5

                                      Resume Jenis-jenis topologi jaringan

         Topologi Jaringan adalah deskripsi skematis pengaturan jaringan, menghubungkan berbagai node (pengirim dan penerima) melalui jalur koneksi.
Topologi jaringan mengacu pada tata letak fisik atau logis dari suatu jaringan. Ini mendefinisikan cara yang berbeda tempat dan hubungan satu sama lain. Di sisi lain, topologi jaringan dapat menggambarkan bagaimana data ditransfer antar node.

Ada dua pemahaman topologi jaringan, yaitu :
-fisik
-logis

Topologi fisik menekankan tata letak fisik dari perangkat dan node yang terhubung termasuk lokasi dan pemasangan kabel.
Topologi logis berfokus pada pola transfer data antara node-node jaringan.

a. Topologi BUS
- Jenis topologi jaringan ini umumnya digunakan dengan jaringan Ethernet.
Topologi Bus dapat bersifat fisik dan logika.
         Topologi bus adalah salah satu yang paling sederhanaq dari topologi jaringan yang digunakan. Yang menjadi sederhana adalah topologi bus hanya memerlukan satu kabel (disebut sebagai Backbone) dari perangkat pertama/PC terakhir.
Kabel tunggal, tulang punggung berfungsi sebagai media komunikasi bersama yang dipasang perangkat dengan konektor interface. Perangkat yang ingin berkomunikasi dengan perangkat lain di jaringan mengirim peasn siaran ke kabel yang semua perangkat lain lihat, tetapi hanya penerima yang dituju yang benar-benar menerima dan memproses pesanan tersebut. Jika lebih dari beberapa lusin komputer ditambahkan ke jaringan bus, masalah kinerja kemungkinan akan terjadi. Selain itu, jika kabel backbone gagal, seluruh jaringan secara langsung menjadi tidak dapat digunakan.


                                                 



Jika lebih dari beberapa lusin komputer ditambahkan ke jaringan bus, masalah kinerja kemungkinan akan terjadi. Selain itu, jika kabel backbone gagal, seluruh jaringan secara langsung menjadi tidak dapat digunakan.

Fitur Topologi Bus
1.Mentransmisikan data hanya dalam satu arah.
2.Setiap perangkat terhubung ke satu kabel.

Keuntungan dari Topologi Bus
1.Lebih efektif biaya.
2.Kabel yang dibutuhkan paling tidak lebih sedikit dibandingkan dengan topologi jaringan lainnya.
3.Digunakan dalam jaringan kecil.
4.Mudah dimengerti.
5.Mudah untuk memperluas bergabung dengan dua kabel bersama.

Kekurangan Topologi Bus
1.Kabel gagal maka seluruh jaringan gagal.
2.Jika lalu lintas jaringan yang berat atau node semakin banyak kinerja jaringan menurun.
3.Kabel memiliki panjang yang terbatas.
4.Lebih lambat dari topologi ring.

b. Topologi Ring
          Disebut topologi ring karena membentuk sebuah cincin, karena setiap komputer terhubung ke komputer lain, dengan yang terakhir terhubung ke yang pertama.
Dalam jaringan cincin, setiap perangkat memiliki dua tetangga untuk berkomunikasi.
Semua pesan perjalanan melalui cincin ke arah manapun sama (baik "searah jarum jam" atau "berlawanan arah jarum jam"). Kegagalan di kabel atau perangkat merusak loop dan dapat menurunkan seluruh jaringan.
Untuk mengimplementasikan jaringan cincin, biasanya menggunakan teknologi FDDI, SONET,atau Token Ring. Topologi ring ditemukan di beberapa gedung perkantoran atau kampus sekolah.
                                                 

Fitur Ring Topology
1.Sejumlah repeater digunakan untuk topologi Ring dengan sejumlah besar node, karena jika seseorang ingin mengirim beberapa data ke node terakhir dalam topologi ring dengan 100 node, maka data harus melewati 99 node untuk mencapai node ke-100. . Oleh karena itu untuk mencegah kehilangan data repeater digunakan dalam jaringan.
2.Transmisinya unidirectional, tetapi dapat dibuat dua arah dengan memiliki 2 koneksi antara setiap Node Jaringan, ini disebut Dual Ring Topology .
3.Dalam Topologi Cincin Ganda, dua jaringan cincin terbentuk, dan aliran data berlawanan arah di dalamnya. Sehingga, jika satu kabel gagal, kabel kedua dapat bertindak sebagai cadangan, untuk menjaga jaringan tetap terjaga.
4.Data ditransfer secara berurutan yang sedikit demi sedikit. Data yang ditransmisikan, harus melewati setiap node dari jaringan, sampai node tujuan.

Keuntungan dari Ring Topology
1.Mengirimkan jaringan tidak dipengaruhi oleh lalu lintas tinggi atau dengan menambahkan lebih banyak node, karena hanya node yang memiliki token yang dapat mengirimkan data.
2.Murah untuk dipasang dan dikembangkan

Kekurangan Ring Topology
1.Pemecahan masalah sulit dalam topologi ring.
2.Menambah atau menghapus komputer mengganggu aktivitas jaringan.
3.Kegagalan satu komputer mengganggu seluruh jaringan.


c.Topologi STAR
Banyak jaringan rumah menggunakan topologi star. Jaringan star memiliki titik koneksi pusat yang disebut "hub node" yang mungkin merupakan hub jaringan , switch atau router .
Dibandingkan dengan topologi bus, jaringan Star umumnya membutuhkan lebih banyak kabel, tetapi kegagalan dalam kabel individu jaringan Star hanya akan menghapus satu akses jaringan komputer dan bukan seluruh LAN . (Jika hub gagal, bagaimanapun, seluruh jaringan juga gagal.)
Secara fisik menambahkan perangkat baru ke jaringan Star sangat sederhana dibandingkan dengan topologi lainnya, Anda cukup menjalankan kabel dari perangkat baru ke hub / switch.




Kelebihan topologi star ini adalah sangat mudah mendeteksi komputer mana yang mengalami gangguan, mudah untuk melakukan penambahan atau pengurangan komputer tanpa mengganggu yang lain, serta tingkat keamanan sebuah data lebih tinggi, .

Kekurangannya topologi star adalah memerlukan biaya yang tinggi untuk pemasangan, karena membutuhkan kabel yang banyak serta switch/hub, dan kestabilan jaringan sangat tergantung pada terminal pusat, sehingga jika switch/hub mengalami gangguan, maka seluruh jaringan akan terganggu.


d. Topologi Mesh 
          Pada topologi ini setiap komputer akan terhubung dengan komputer lain dalam jaringannya menggunakan kabel tunggal, jadi proses pengiriman data akan langsung mencapai komputer tujuan tanpa melalui komputer lain ataupun switch atau hub.



Kelebihanya adalah proses pengiriman lebih cepat dan tanpa melalui komputer lain, jika salah satu komputer mengalami kerusakan tidak akan menggangu komputer lain.

Kekurangan dari topologi ini sudah jelas, akan memakan sangat banyak biaya karena membutuhkan jumlah kabel yang sangat banyak dan setiap komputer harus memiliki Port I/O yang banyak juga, selain itu proses instalasi sangat rumit.

e. Topologi Tree
        Topologi jaringan komputer Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi star yang dihubungan dengan topologi bus, jadi setiap topologi star akan terhubung ke topologi star lainnya menggunakan topologi bus, biasanya dalam topologi ini terdapat beberapa tingkatan jaringan, dan jaringan yang berada pada tingkat yang lebih tinggi dapat mengontrol jaringan yang berada pada tingkat yang lebih rendah.

             



Kelebihan topologi tree adalah mudah menemukan suatu kesalahan dan juga mudah melakukan perubahan jaringan jika diperlukan.

Kekurangan nya yaitu menggunakan banyak kabel, sering terjadi tabrakan dan lambat, jika terjadi kesalahan pada jaringan tingkat tinggi, maka jaringan tingkat rendah akan terganggu juga.

f. Topologi hybrid
        Topologi Hybrid merupakan penggabungan dari beberapa (dua atau lebih) topologi jaringan yang berbeda. Misalnya ketika suatu jaringan yang menggunakan topologi Ring, digabungkan dengan jaringan lain yang menggunakan topologi star; maka topologi baru yang terbentuk dari gabungan kedua topologi jaringan ini disebut sebagai topologi Hybrid.
        Jika jaringan yang digabungkan memiliki jenis topologi yang sama, maka penggabungan kedua jaringan tersebut bukanlah topologi hybrid. Misalnya jaringan dengan topologi bus digabungkan dengan jaringan lain yang juga menggunakan topologi bus, maka penggabungan kedua jaringan tersebut tetap merupakan topologi bus, bukan topologi hybrid.




        Topologi Hybrid mengkombinasi dua atau lebih topologi jaringan yang berbeda sedemikian rupa, sehingga topologi jaringan yang dihasilkan tidak mengacu pada standar topologi yang ada; tidak menampilkan karakteristik topologi tertentu.
        Topologi ini seringkali menghasilkan tata letak topologi yang rumit, sulit dipahami, sebab menggabungkan berbagai struktur topologi. Meskipun demikian penggunaan topologi ini jarang menimbulkan masalah.

Karakteristik topologi hybrid
-   Topology Hybrid tidak memiliki karakteristik khusus, sebab merupakan penggabungan dari beberapa topologi. Topologi hybrid akan membawa karakteristik topologi asal yang membangunnya. Misalkan jika topologi hybrid di salah satu perusahaan merupakan gabungan dari topologi star, topologi ring, dan topologi bus; maka topologi hybrid pada jaringan tersebut memiliki karakteristik bawaan dari topologi ring, star, dan bus.

Kekurangan topologi hybrid

1.Pengelolaan jaringan cenderung sulit, karena penggabungan beberapa topologi
   menyebabkan struktur jaringan menjadi rumit dan sukar dipahami.
2.Biaya untuk membangun topologi ini cukup mahal, sebab menggunakan banyak hub dan
   kabel untuk menghubungkan jaringan.
3.Biaya perawatan jaringan juga cukup mahal. Hub harus terus bekerja meskipun salah
   satu node dalam jaringan tidak bekerja, sebab hub harus mengelola beberapa jenis
   jaringan sekaligus.
4.Instalasi dan konfigurasi jaringan rumit, sebab harus menghubungkan beberapa topologi
   yang berbeda dan disaat yang sama juga harus memastikan semua node berfungsi
   dengan baik.

Kelebihan topologi hybrid
1.Dapat menyatukan dua atau lebih topologi jaringan yang berbeda.
2.Fleksibel dan efisien; dapat diterapkan pada lingkungan jaringan yang berbeda, tanpa
   perlu merombak topologi jaringan yang telah terbentuk sebelumnya. Selain itu dapat
   mengurangi space jaringan yang terbuang.
3.Kustomisasi, memungkinkan penyesuaian cara pengaturan jaringan untuk mencapai
   tujuan tertentu.
4.Aliran data dapat bekerja dengan sempurna meskipun berjalan dalam sejumlah lalu lintas
   jaringan yang berbeda akibat mengkombinasikan berbagai konfigurasi topologi jaringan
   yang berbeda.
5.Sangat mudah untuk menambah node atau koneksi peripheral baru, meskipun topologi
   jaringan berbeda.
6.Ketika salah satu link dalam jaringan mengalami gangguan, bagian link jaringan lainnya
   tidak akan ikut mengalami gangguan.
7.Kecepatan jaringan konsisten sebab menggabungkan kelebihan dan menghilangkan
   kelemahan masing-masing topologi jaringan.

g. Topologi dual ring
      Untuk cara kerjanya sendiri, pada topologi dual ring sama seperti topologi ring akan tetapi topologi dual ring  setiap node memiliki 2 Sehingga setiap perangkat nantinya dapat bekerja sama untuk mendapatkan sinyal dari sebelumnya dan diteruskan ke node yang selanjutnya. Pada proses penerimaan sinyal serta penerusan sinyal data akan dibantu dengan alat yang bernama token. Selain itu topologi dual ring berfungsi sebagai backup transmission jika salah 1 node pada topologi tersebut tidak berfungsi.




Kelebihan Topologi Dual Ring
1. Bisa sebagai backup transmission jika salah 1 node pada topologi tersebut tidak berfungsi

Kekurangan Topologi Dual Ring
1. Lebih Boros Kabel
2. Saat Pengimpletansi Topologi ini cukup sulit, karena harus mengatur arah data agar tidak
    terjadi collison










Sumber referensi :
https://www.nesabamedia.com/pengertian-topologi-hybrid/
http://www.adalahcara.com/2014/09/macam-pengertian-topologi-jaringan-komputer.html
https://nerfnetwork.wordpress.com/2018/04/07/topologi-dual-ring/















tugas pertemuan 14

                    TM PERTEMUAN 14 | PEMBUATAN JARINGAN SEDERHANA                                       TOPOLOGI JARINGAN SEDERHANA     ...