-Repeater:
Repeater
merupakan sebuah perangkat yang dapat berfungsi untuk menerima sinyal yang
didalamnya berisikan data-data pada suatu jaringan tersebut. Jika Anda memiliki
koneksi jaringan WiFi di rumah ataupun di kantor, namun Anda mengalami
kesulitan untuk menjangkaunya, Repeater merupakan salah satu solusi yang tepat
yang dapat Anda gunakan. Dimana jika Anda menggunakan Repeater ini maka
jangkauan akan jaringan WiFi akan dapat bisa menjadi luas lagi sehingga
memudahkan Anda menemukan koneksi jaringan WiFi tersebut.
Repeater tersebut dapat menerima sinyal dan kemudian alat ini memancarkan kembali sinyal yang ada serta identik dengan sinyal asalnya, namun hanya caranya saja yang berbeda. Mengapa demikian? Pada umumnya alat Repeater ini memang dapat memancarkan kembali sinyal yang ada dalam frekuensi yang cukup berbeda dari frekuensi sinyal pada asalnya. Oleh sebab itu, fungsi utama alat ini adalah untuk memperluas sebuah jangkauan jaringan pada koneksi WiFi dan Repeater ini juga dapat disebut sebagai Wifi Extender.
Ada beberapa jenis repeater, diantaranya:
1. Telephone Repeater
Untuk tipe yang pertama yaitu Telephone Repeater adalah sebuah perangkat jenis Repeater yang dapat digunakan sebagai saluran telepon. Jadi, pada saluran kabel telepon tersebut biasanya terdapat sebuah sinyal yang akan terdegradasi, karena jarak tempuhnya sangat jauh. Untuk itu, dengan adanya Telephone Repeater ini maka sinyal yang diterima oleh pengguna telepon bisa dapat didengar dengan jelas. Selain itu, pada telepon, akan di kirimkan sinyal dengan cara dua arah dan membuat sistem kerja pada Repeater ini bisa bekerja dengan kompleks
2. Optical Communications Repeater
Kemudian selanjutnya ada juga Optical Communications Repeater yang fungsinya adalah memperkuat sebuah jangkauan sinyal yang ada di dalam fiber optic cable atau disebut juga dengan kabel serat optik. Repeater yang kedua ini juga berfungsi sebagai penguat sinyal, dimana biasanya di dalam kabel tersebut terdapat fototransistor yang memang berfungsi untuk dapat mengubah pulsa cahaya (light pulses) ke dalam bentuk sinyal elektrik dan selanjutnya akan diperkuat dengan amplifier.
Repeater tersebut dapat menerima sinyal dan kemudian alat ini memancarkan kembali sinyal yang ada serta identik dengan sinyal asalnya, namun hanya caranya saja yang berbeda. Mengapa demikian? Pada umumnya alat Repeater ini memang dapat memancarkan kembali sinyal yang ada dalam frekuensi yang cukup berbeda dari frekuensi sinyal pada asalnya. Oleh sebab itu, fungsi utama alat ini adalah untuk memperluas sebuah jangkauan jaringan pada koneksi WiFi dan Repeater ini juga dapat disebut sebagai Wifi Extender.
Ada beberapa jenis repeater, diantaranya:
1. Telephone Repeater
Untuk tipe yang pertama yaitu Telephone Repeater adalah sebuah perangkat jenis Repeater yang dapat digunakan sebagai saluran telepon. Jadi, pada saluran kabel telepon tersebut biasanya terdapat sebuah sinyal yang akan terdegradasi, karena jarak tempuhnya sangat jauh. Untuk itu, dengan adanya Telephone Repeater ini maka sinyal yang diterima oleh pengguna telepon bisa dapat didengar dengan jelas. Selain itu, pada telepon, akan di kirimkan sinyal dengan cara dua arah dan membuat sistem kerja pada Repeater ini bisa bekerja dengan kompleks
2. Optical Communications Repeater
Kemudian selanjutnya ada juga Optical Communications Repeater yang fungsinya adalah memperkuat sebuah jangkauan sinyal yang ada di dalam fiber optic cable atau disebut juga dengan kabel serat optik. Repeater yang kedua ini juga berfungsi sebagai penguat sinyal, dimana biasanya di dalam kabel tersebut terdapat fototransistor yang memang berfungsi untuk dapat mengubah pulsa cahaya (light pulses) ke dalam bentuk sinyal elektrik dan selanjutnya akan diperkuat dengan amplifier.
3. Radio Repeater
Yang terakhir Radio Repeater yang fungsinya yaitu untuk memperkuat sinyal radio. Pada umumnya Radio Repeater ini memiliki satu antena yang dapat berfungsi untuk receiver dan transmitter sehingga dapat mengubah sinyal yang telah diterima sebelum sinyal tersebut dipancarkan kembali. Nah, diatas ada dapat melihat pengertian Repeater dan fungsi Repeater dalam jaringan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jaringan penguat untuk WiFi Anda bisa melihat lebih lanjut mengenai fungsi Repeater tersebut seperti di bawah ini.
Yang terakhir Radio Repeater yang fungsinya yaitu untuk memperkuat sinyal radio. Pada umumnya Radio Repeater ini memiliki satu antena yang dapat berfungsi untuk receiver dan transmitter sehingga dapat mengubah sinyal yang telah diterima sebelum sinyal tersebut dipancarkan kembali. Nah, diatas ada dapat melihat pengertian Repeater dan fungsi Repeater dalam jaringan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai jaringan penguat untuk WiFi Anda bisa melihat lebih lanjut mengenai fungsi Repeater tersebut seperti di bawah ini.
Fungsi Repeater di Dalam Jaringan:
Seperti yang Anda lihat di atas dimana fungsi Repeater ini adalah sebagai
memperluas sebuah jangkauan jaringan koneksi WiFi. Perangkat keras yang ada di
Repeater ini memang telah di program sehingga dapat menerima sinyal WiFi dari
sebuah Transmitter serta kemudian diperkuat kembali. Tak hanya itu saja,
setelah sinyal tersebut telah diperkuat, maka Repeater ini akan dapat
menyebarkan kembali sinyal-sinyal yang tadi dengan jangkauan jaringan wifi lebih luas lagi. - Bridge
Pengertian
Bridge atau network bridge yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen jaringan yang banyak
dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan. Bridge
mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk
mengubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik
yang ada pada masing-masing segmen jaringan kemudian menyeleksi dan hanya
memperbolehkan perpindahan data yang diperlukan melalui jaringan.
Bridge biasanya menggunakan topologi tree. Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data yang akan dipindahkan. Dara akan menempuh beberapa jalur yang seringkali mengakibatkan keterlambatan transmisi data. Ibaratnya sebuah paket, bridge berguna untuk menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket akan ditolak, sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke segmen tujuan.
Bridge biasanya menggunakan topologi tree. Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data yang akan dipindahkan. Dara akan menempuh beberapa jalur yang seringkali mengakibatkan keterlambatan transmisi data. Ibaratnya sebuah paket, bridge berguna untuk menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmen sama, maka paket akan ditolak, sementara jika segmen berbeda, maka paket akan diteruskan ke segmen tujuan.
Cara kerja bridge jauh lebih canggih
daripada repeater, walau begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada
lapisan data link layer model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI, bridge
mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi yang
berbeda atau medium access control yang berbeda. Berbeda
dengan router yang bekerja pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada
lapisan fisik.
Adapun beberapa fungsi bridge, yaitu:
1. Sebagai
Penghubung Dua Jaringan di Tempat Jauh
- Secara geografis, misalnya saja di sebuah universitas, terdapat beberapa
bangunan yang terpisah cukup jauh. Akan lebih ekonomis untuk memiliki LAN yang
terpisah di masing-masing bangunan dan menghubungkannya dengan bridge,
dibanding jika harus menyambungkan semua tempat dengan menggunakan kabel
koaksial.
2. Otonomi dari Masing-masing
Jaringan
- Seperti di
jaringan perkantoran, setiap departemen memiliki kepentingannya masing-masing,
memiliki komputer pribadi, workstation, dan servernya sendiri. Setiap
departemen yang tujuan berbeda akan lebih baik dengan jaringan yang berbeda
namun terhubung dengan menggunakan bridge.
3. Untuk Mengakomodasi Beban
Jaringan
- Misalkan di sebuah universitas banyak
workstation yang kelebihan beban karena banyak dipakai oleh mahasiswa dan dosen
untuk dipakai meminta file yang berada di mesin file server untuk diunduh ke
mesin pengguna berdasarkan permintaan. Jika ukuran file besar, maka akan menghambat penyimpanan di LAN tunggal, sehingga
akan lebih baik menggunakan dua LAN yang dihubungkan dengan bridge.
Kekurangan dan kelebihan:
Sebagai sebuah
jembatan jaringan, bridge memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Kelebihan bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada lapisan Data Link, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya transmisi dari satu
protokol ke protokol lainnya. Selain itu, bridge juga mampu mendukung beberapa
protokol seperti NetBEUI dan LAT yang tidak mungkin dilayani oleh router.
alau begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak dimungkinkannya transmisi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, bridge juga hanya meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya dengan kecepatan 10 MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa menerjemahkan komunikasi antar protokol.
alau begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak dimungkinkannya transmisi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, bridge juga hanya meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya dengan kecepatan 10 MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa menerjemahkan komunikasi antar protokol.
-NIC (Network Interface Controller)
NIC adalah perangkat
keras yang berbentuk kartu dengan kegunaan untuk menjadi jembatan komputer ke
sebuah jaringan komputer. Cara kerjanya mengubah aliran data paralel dalam bus
komputer menjadi bentuk data serial yang dapat ditransmisikan kedalam media
jaringan .
fungsi-fungsinya:
·
Sebagai media pengirim
data ke komputer lain di dalam jaringan.
·
Untuk mengotroldataflowantara
komputer dan sistem kabel.
·
Untuk menerima data yang
dikirim dari komputer melalui kabel, lalu diterjemahkan kedalam bitagar
dapat dimengerti oleh komputer.
Kartu NIC Fisik terbagi menjadi dua jenis, yakni:
·
Kartu NIC dengan media
jaringan yang spesifik (Media-specific NIC): yang membedakan kartu NIC menjadi
beberapa jenis berdasarkan media jaringan yang digunakan. Contohnya adalah NIC Ethernet, yang dapat berupa Twisted-Pair (UTP
atau STP), Thinnet,
atau Thicknet, atau bahkan tanpa kabel
(Wireless Ethernet).
·
Kartu NIC dengan
arsitektur jaringan yang spesifik (architecture-specific NIC): yang membedakan
kartu NIC menjadi beberapa jenis, sesuai dengan arsitektur jaringan yang
digunakan. Contohnya adalah Ethernet, Token Ring,
serta FDDI (Fiber
Distributed Data Interface), yang kesemuanya itu menggunakan NIC
yang berbeda-beda. Kartu NIC Ethernet dapat berupa Ethernet 10 Megabit/detik, 100
Megabit/detik, 1 Gigabit/detik atau 10 Gigabit/detik.
Sumber Referensi:
https://www.nesabamedia.com/pengertian-bridge-dan-fungsi-bridge/
https://blog.dimensidata.com/pengertian-repeater-dan-fungsi-repeater-dalam-jaringan/







